Tuesday, November 20, 2007

Mekanisme aksi

Mekanisme aksi

Menghambat reabsorbsi sodium pada tubulus distal yang dikarenakan kenaikan ekskresi sodium dan air seperti potassium dan ion hydrogen.

Beta bloker atau penghambat saluran kalsiu bermanfaat pada pasien yang sudah mengidap penyakit arteri koroner sebelumnya.

Diuretic dapat menurunkan tekanan vena pulmoner dan sistemik secara efektif, sehingga gejala kongestif (dispnea) akan mengalami banyak kemajuan dan edema peripheral berkurang.


Hidroklorotiazid (25-50 mg p.o setiap hari) merupakan diuretic ringan yang menghambat absorbsi natrium didalam tubulus distal. Harus digunakan secara terbatas pada pasien dengan gejala ringan dan fungsi renal normal (kreatinin <2,0>


Senyawa thiazide bekerja pada tubulus distal. Dibagian pertama segmen ini, Na+ direabsorbsi secara aktif pula tanpa air hingga filrat menjadi lebih cair dan lebih hipotonis. dengan memperbanyak ekskresi Na+ dan Cl- sebesar 5-10%. dibagian kedua segmen ini, ion Na+ ditukarkan dengna ion K+ atau NH4+ ; proses ini dikendalikan oleh hormone anak-ginjal aldosteron. Antagonis aldosteron (spironolakton) dan zat-zat penghemat kalium (amilorida, triamteren) bertitik kerja disini dengan mengakibatkan ekskresi Na+ (kurang dari 5%) dan retensi K





No comments: